Beranda | Artikel
Kenapa Nabi Melarang Keras Ucapan Ini, Bahkan Pada Hewan? – Syaikh Saad Al-Khatslan #NasehatUlama
9 jam lalu

Diriwayatkan dalam Ash-Shahihain dari Tsabit bin Dhahhak radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Melaknat seorang Mukmin seperti membunuhnya.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim.

Namun, para ulama menjelaskan bahwa laknat diserupakan dengan pembunuhan dari sisi keharamannya, meskipun pembunuhan pada hakikatnya lebih besar dosa dan kesalahannya. Akan tetapi, hadis ini menunjukkan bahwa ucapan laknat termasuk dosa besar. Oleh sebab itu, dalam hadis riwayat Abu Ad-Darda radhiyallahu ‘anhu disebutkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang gemar melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak pula memberi syafaat pada Hari Kiamat.” (HR. Muslim)

Orang-orang yang gemar melaknat akan terhalang dari memberi syafaat dan kesaksian pada Hari Kiamat. Dalam Shahih Muslim juga diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berada dalam salah satu perjalanan beliau. Saat itu, ada seorang wanita yang menunggangi untanya. Karena merasa jengkel terhadap unta tersebut, wanita itu pun melaknatnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ambillah barang-barang yang ada di atasnya, lalu biarkan ia pergi, karena unta itu telah dilaknat. Janganlah unta yang dilaknat itu menyertai perjalanan kita.”

Ini menunjukkan bahwa laknat termasuk dosa besar. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya menjauhi ucapan laknat. Sebuah kata yang diucapkan seseorang bisa menjadikannya tercatat sebagai pelaku dosa besar. Apa urgensi mengucapkan laknat itu? Maka hendaknya seseorang menjauhkan diri dari melaknat. Hendaklah lisannya terjaga, mengganti ucapan laknat dengan perkataan yang baik, seperti mendoakan hidayah dan kebaikan, serta yang semisalnya. Karena laknat termasuk dosa besar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengabarkan bahwa banyak melaknat termasuk sebab masuk ke dalam neraka. Ketika beliau bersabda kepada kaum wanita:
“Bersedekahlah kalian, karena aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni neraka.” Mereka bertanya, “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena kalian banyak melaknat dan mengingkari kebaikan suami.” Ini menunjukkan bahwa banyak melaknat termasuk sebab masuk neraka. Maka siapa saja yang terjerumus dalam perbuatan ini, hendaknya ia bertobat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan menjauhi ucapan laknat dalam segala bentuk dan ragamnya, serta menggantinya dengan ucapan yang baik.

=====

جَاءَ فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنِ الثَّابِتِ بْنِ ضَحَّاكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ هَذَا الْحَدِيثُ رَوَاهُ الْبُخَارِىُّ وَمُسْلِمٌ

لَكِنْ قَالَ أَهْلُ الْعِلْمِ إِنَّ اللَّعْنَةَ كَالْقَتْلِ فِي أَصْلِ التَّحْرِيمِ وَإِلَّا فَالْقَتْلُ أَعْظَمُ إِثْمًا وَذَنْبًا وَلَكِنْ هَذَا الْحَدِيثُ يَدُلُّ عَلَى أَنَّ اللَّعْنَةَ مِنْ كَبَائِرِ الذُّنُوبِ وَلِهَذَا جَاءَ فِي حَدِيثِ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّعَّانِيْنَ لَا يَكُونُونَ شُهَدَاءَ وَلَا شُفَعَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ

يُحْرَمُونَ اللَّعَّانُونَ يُحْرَمُونَ مِنَ الشَّفَاعَةِ وَالشَّهَادَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ جَاءَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ أَيْضًا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي إِحْدَى أَسْفَارِهِ وَكَانَتِ امْرَأَةٌ عَلَى نَاقَةٍ لَهَا تَسِيْرُ فَضَجِرَتْ مِنْهَا فَلَعَنَتْهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذُوا مَا عَلَيْهَا وَدَعُوهَا فَإِنَّهَا مَلْعُونَةٌ لَا تُصَاحِبُنَا نَاقَةٌ مَلْعُونَةٌ

وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ اللَّعْنَةَ مِنْ كَبَائِرِ الذُّنُوبِ فَعَلَى الْمُسْلِمِ أَنْ يَجْتَنِبَ اللَّعْنَ كَلِمَةٌ يَقُولُهَا الْإِنْسَانُ يُكْتَبُ عَلَيْهِ بِسَبَبِهَا كَبِيرَةٌ مِنْ كَبَائِرِ الذُّنُوبِ مَا الدَّاعِي لَهَا؟ فَيَنْبَغِي أَنْ يَبْتَعِدَ الْإِنْسَانُ عَنِ اللَّعْنِ يَكُونُ لِسَانُهُ عَفِيفًا يَسْتَبْدِلُ اللَّعْنَ بِكَلَامٍ طَيِّبٍ بِالدُّعَاءِ بِالْهِدَايَةِ وَنَحْوِ ذَلِكَ لَكِنَّ اللَّعْنَ مِنْ كَبَائِرِ الذُّنُوبِ

وَقَدْ أَخْبَرَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ بِأَنَّ كَثْرَةَ اللَّعْنِ مِنْ أَسْبَابِ دُخُولِ النَّارِ لَمَّا قَالَ لِلنِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ قِيلَ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ دَلَّ هَذَا عَلَى أَنَّ الْإِكْثَارَ مِنَ اللَّعْنِ أَنَّهُ مِنْ أَسْبَابِ دُخُولِ النَّارِ فَعَلَى مَنْ كَانَ وَاقِعًا فِي ذَلِكَ أَنْ يَتُوبَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَأَنْ يَبْتَعِدَ عَنِ اللَّعْنِ بِكَافَّةِ أَشْكَالِهِ وَصُوَرِهِ وَأَنْ يَسْتَبْدِلَ اللَّعْنَ بِالطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ


Artikel asli: https://nasehat.net/kenapa-nabi-melarang-keras-ucapan-ini-bahkan-pada-hewan-syaikh-saad-al-khatslan-nasehatulama/